
Cirebon, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) kembali menunjukkan komitmennya dalam memimpin transformasi pendidikan digital di Indonesia. Pada Senin, 15 Juni 2026, fakultas ini menyelenggarakan lokakarya strategis bertajuk "Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs)". Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Lantai 5 FITK tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya penyelarasan visi akademik universitas dengan tantangan global yang semakin dinamis.
Wakil Dekan 1 FITK, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa urgensi review kurikulum ini bukan sekadar pemenuhan standar administrasi, melainkan upaya mendasar untuk memastikan lulusan FITK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Beliau menekankan bahwa model pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) harus mampu diterjemahkan menjadi praktik pedagogi siber yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan sosial yang mendalam sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Untuk membedah kompleksitas integrasi ini, FITK menghadirkan narasumber ahli, Anggit Dwi Hartanto, S.Kom., M.Kom. Dalam paparannya, Anggit menguraikan bagaimana OBE dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mencapai learning outcomes yang berdampak nyata. Ia menekankan bahwa dalam ekosistem pendidikan siber, efektivitas kurikulum diukur dari kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang selaras dengan tujuan SDGs, seperti pendidikan berkualitas (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), serta tanggung jawab dalam konsumsi dan produksi (SDG 12).
Ruang Auditorium Lantai 5 FITK dipenuhi oleh antusiasme para pimpinan di lingkungan fakultas. Seluruh Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Gugus Mutu (Gusmut) hadir sebagai garda terdepan dalam merumuskan arah kebijakan akademik. Kehadiran Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., memberikan warna tersendiri dalam diskusi, mengingat PAI memegang peranan krusial dalam menanamkan nilai-nilai etika religius yang menjadi fondasi bagi penerapan SDGs di lingkungan kampus.
Diskusi mendalam terjadi saat sesi brainstorming mengenai pemetaan mata kuliah dengan indikator capaian SDGs. Para pimpinan prodi diajak untuk melakukan sinkronisasi antara materi ajar yang selama ini diterapkan dengan kebutuhan masa depan yang berfokus pada keberlanjutan. Fokus utamanya adalah bagaimana kurikulum tidak hanya menjadi tumpukan teori, tetapi menjadi panduan praktis bagi mahasiswa untuk berinovasi di bidang pendidikan berbasis siber yang ramah lingkungan dan inklusif.

Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., menambahkan bahwa melalui lokakarya ini, diharapkan setiap program studi di bawah naungan FITK dapat segera mengimplementasikan hasil review tersebut pada semester mendatang. Beliau mendorong agar setiap rencana pembelajaran semester (RPS) nantinya memuat keterkaitan langsung dengan setidaknya satu tujuan SDGs, sehingga setiap lulusan FITK UIN SSC tidak hanya menjadi guru yang kompeten secara pedagogik, namun juga agen perubahan yang memiliki visi masa depan yang berkelanjutan.
Anggit Dwi Hartanto pun mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh FITK UIN SSC. Menurutnya, integrasi antara OBE dan SDGs merupakan langkah berani yang menempatkan UIN SSC sebagai pionir di antara perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya. Dengan memanfaatkan infrastruktur siber yang dimiliki, universitas memiliki peluang besar untuk mendokumentasikan dampak positif dari implementasi kurikulum ini secara lebih transparan, akuntabel, dan terukur.
Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi antar-prodi dalam kerangka penjaminan mutu. Sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, dan dukungan keahlian teknis diharapkan dapat menjadikan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kiblat pendidikan guru masa depan yang tidak hanya unggul dalam aspek intelektualitas, tetapi juga tangguh dalam menjawab tantangan kemanusiaan dan ekologi global.