Berita & Informasi

Transformasi Pendidikan Islam Digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Lepas 108 Wisudawan PAI Bersaing Kompetensi Abad Ke-21

Atas nama Program Studi Pendidikan Agama Islam, saya menyampaikan apresiasi akademik dan selamat kepada 108 wisudawan yang dikukuhkan hari ini. Kami sangat bangga dengan capaian 70 persen mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu dalam 8 semester; ini adalah bukti disiplin dan dedikasi luar biasa

 

Cirebon Dinamika transformasi perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia kembali mencatatkan tonggak sejarah penting melalui penyelenggaraan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 Program Sarjana, Pascasarjana, dan Pengukuhan Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Perhelatan akademik yang memadukan tradisi keilmuan klasik dan inovasi pendidikan berbasis siber ini dilaksanakan secara khidmat pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Ballroom Hotel Apita Cirebon.

Sidang senat yang dihadiri oleh pimpinan universitas, Senat Akademik, jajaran guru besar, serta sivitas akademika ini merefleksikan komitmen institusional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memproyeksikan lulusan yang adaptif terhadap ekosistem digital. Fokus strategis ini menjadi landasan utama dalam mempersiapkan tenaga pendidik dan periset muslim yang memiliki daya saing global tanpa kehilangan akar keislaman yang moderat.

Sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan ilmu keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) turut mengambil peran sentral dalam momentum wisuda kali ini. Pimpinan prodi secara resmi melepas sebanyak 108 orang wisudawan PAI yang telah menyelesaikan kurikulum berbasis integrasi keilmuan dan teknologi pembelajaran modern.

Salah satu capaian impresif dari angkatan ini adalah efisiensi masa studi yang sangat signifikan. Data akademik menunjukkan bahwa 70 persen dari total lulusan PAI berhasil menuntaskan studi mereka tepat waktu, yakni dalam durasi 8 semester. Statistik ini merefleksikan keberhasilan tata kelola akademik, pendampingan dosen yang intensif, serta komitmen mahasiswa dalam mengoptimalkan sistem pembelajaran siber yang diterapkan di kampus.

Evaluasi akademik yang ketat selama masa studi pun menghasilkan capaian prestasi individu yang membanggakan. Berdasarkan rekapitulasi yudisium program studi, predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yakni 3,88 berhasil diraih oleh Nia Merlyawati, S.Pd. Capaian akademik ini merepresentasikan ketekunan metodologis, penguasaan materi keislaman, serta performa belajar yang unggul di tengah tuntutan standar kurikulum siber yang dinamis.

Keberhasilan Nia Merlyawati dan 108 wisudawan PAI lainnya menegaskan efektivitas model pembelajaran transformatif yang diterapkan di kampus. Mereka tidak sekadar dipersiapkan sebagai pengajar di ruang kelas konvensional, melainkan dibekali dengan kompetensi pedagogik digital, kemampuan merancang learning management system (LMS), serta kepekaan terhadap isu-isu sosial-keagamaan kontemporer.

Menanggapi kelulusan para peserta didik di Hotel Apita Cirebon tersebut, Ketua Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menyampaikan pesan moral yang menekankan esensi pengabdian intelektual di era disrupsi.

"Atas nama Program Studi Pendidikan Agama Islam, saya menyampaikan apresiasi akademik dan selamat kepada 108 wisudawan yang dikukuhkan hari ini. Kami sangat bangga dengan capaian 70 persen mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu dalam 8 semester; ini adalah bukti disiplin dan dedikasi luar biasa. Gelar sarjana pendidikan yang Saudara raih merupakan manifestasi dari tanggung jawab epistemologis dan moral. Di era transformasi digital saat ini, seorang sarjana PAI dituntut untuk tidak hanya menguasai teks-teks keagamaan secara komprehensif, tetapi juga piawai menerjemahkannya ke dalam metodologi pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berbasis teknologi. Jadilah agen pencerahan yang mampu merawat moderasi beragama sekaligus memimpin inovasi pendidikan di tengah masyarakat," ungkap Dr. Maryam

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kontribusi alumni di tengah masyarakat akan menjadi indikator utama kualitas luaran institusi (outcome-based education). Oleh karena itu, sinergi antara nilai-nilai akhlakul karimah dan literasi digital mutlak harus diinternalisasikan dalam setiap kiprah profesional para alumni di masa depan.

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas