
Cirebon. Komitmen terhadap inovasi pendidikan di era digital kembali dipertegas oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC). Pada Jumat, 10 April 2026, melalui platform virtual, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PJJ PAI sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Menyusun Modul Ajar PAI yang Humanis, Inspiratif, dan Berbasis Cinta”.
Acara ini menghadirkan sosok sentral dalam pengembangan kurikulum di UINSSC, yakni Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Dalam kegiatan ini, beliau tidak hanya hadir sebagai pimpinan program studi, namun mengambil peran aktif sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah Analisis Kurikulum dan Silabus PAI sekaligus menjadi pemantik utama dalam diskusi mendalam mengenai masa depan materi ajar Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Kehadiran Dr. Maryam memberikan warna tersendiri dalam sesi workshop tersebut. Sebagai seorang praktisi yang mendalami siber-based pedagogy, beliau menekankan bahwa modul ajar bukan sekadar kumpulan teks, melainkan instrumen komunikasi antara pendidik dan peserta didik. Beliau mendorong agar setiap guru PAI mampu menerjemahkan kurikulum menjadi narasi pembelajaran yang menyentuh aspek afektif siswa.
Dalam arahannya, Dr. Maryam menyoroti filosofi utama yang diusung dalam acara tersebut, yaitu “Mengajar dengan Hati, Membimbing dengan Cinta”. Beliau berargumen bahwa di tengah gempuran teknologi informasi, sentuhan humanis dalam modul ajar PAI menjadi sangat krusial agar nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga meresap ke dalam perilaku siswa sehari-hari.
Workshop yang diikuti oleh mahasiswa Kelas B22 ini juga mengundang pakar sebagai narasumber, Dr. Siti Patonah, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Sekretaris Prodi S2 Pendidikan IPA di Universitas PGRI Semarang. Sinergi antara perspektif PAI yang humanis dengan metodologi pendidikan IPA yang sistematis menciptakan diskusi yang sangat kaya, memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam merancang modul yang komprehensif.

Ketua Panitia, Tri Pujiasih, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh Dr. Maryam. Mahasiswa merasa terbantu dengan arahan praktis mengenai cara menyusun silabus yang relevan dengan kebutuhan generasi siber saat ini, namun tetap memegang teguh esensi nilai-nilai religiusitas.
Sementara itu, Ketua Kelas B22, Tengku Sultan Herakli, menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi titik balik bagi mahasiswa untuk mulai berani berinovasi dalam desain pembelajaran. Menurutnya, bimbingan langsung dari dosen pengampu mata kuliah memberikan rasa percaya diri bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam bentuk nyata.
Acara yang dipandu oleh moderator Malin Munajah ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang semakin menegaskan visi Prodi PAI UINSSC dalam mencetak pendidik masa depan yang inovatif. Melalui workshop ini, diharapkan lahir generasi guru PAI yang tidak hanya ahli dalam teknologi siber, tetapi juga memiliki kedalaman empati untuk membimbing siswa dengan cinta dalam ekosistem pendidikan modern.