Berita & Informasi

Sepuluh Mahasiswa PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tempuh Ujian Akhir Munaqosah Gelombang XIX dari Kajian Adat Lokal Hingga Pendidikan Di Sekolah Indonesia Jeddah

Cirebon, Senin 27 April 2026 Ruang Munaqosah, Gedung N 102 Prodi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar hajat akademik yang dinantikan oleh segenap sivitas akademika, yakni Ujian Munaqosah Gelombang XIX. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Munaqosah ini menjadi momentum penting bagi sepuluh mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian penelitian ilmiah sebagai syarat utama penyelesaian studi Strata Satu mereka.

Cirebon, Senin 27 April 2026 Ruang Munaqosah, Gedung N 102 Prodi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar hajat akademik yang dinantikan oleh segenap sivitas akademika, yakni Ujian Munaqosah Gelombang XIX. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Munaqosah ini menjadi momentum penting bagi sepuluh mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian penelitian ilmiah sebagai syarat utama penyelesaian studi Strata Satu mereka. Sidang yang dimulai sejak pagi hari pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga sore hari ini berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh semangat keilmuan, mencerminkan tradisi akademik yang senantiasa dijaga dengan seksama oleh Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Ujian Munaqosah merupakan tahap paling krusial dalam perjalanan studi seorang mahasiswa tingkat sarjana. Ia bukan sekadar presentasi akhir, melainkan suatu forum ilmiah di mana mahasiswa diuji kemampuannya dalam mempertanggungjawabkan seluruh proses penelitian, mulai dari penentuan masalah, kerangka teoretis, metode yang dipilih, hingga analisis temuan dan implikasi yang dihasilkan. Dalam gelombang kali ini, sepuluh mahasiswa hadir dengan tema-tema penelitian yang beragam dan relevan, mencerminkan luasnya cakupan kajian pendidikan Islam yang dipelajari selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan. Seluruh peserta sidang menampilkan keberanian intelektual yang patut diapresiasi, mengangkat isu-isu dari lapangan nyata yang berdampak langsung pada dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Tema-tema penelitian yang diusung oleh para kandidat dalam gelombang ini sungguh mencerminkan kekayaan perspektif keilmuan. Nida Nurul Khafifah, sebagai kandidat pertama yang maju pada pukul 08.30 WIB, mengangkat kajian tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta, Ciamis. Sebuah penelitian yang mempertemukan kearifan lokal dengan teologi pendidikan Islam. Berturut-turut, Nia Merlyawati mengkaji implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick pada program pembiasaan Shalat Dhuha berjamaah, sementara Hermiati Ningsih menelaah model evaluasi CIPP dalam konteks program shalat Dzuhur berjamaah. Kedua penelitian ini menunjukkan kepekaan mahasiswa terhadap pentingnya evaluasi sistematis dalam program keagamaan di sekolah. Momentum sidang terus berlanjut dengan Indra Handoyo yang mengulas internalisasi nilai akhlak dalam Kitab Taysirul Kholaq di lingkungan Ma'had al-Jami'ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebuah kajian yang bersifat introspektif sekaligus kontemplatif terhadap institusi sendiri.

Memasuki sesi siang, sidang semakin menampilkan warna-warni penelitian yang tidak kalah menarik. Muhamad Ridho Yusril Syah meneliti implementasi pendidikan inklusi dalam menumbuhkan keterampilan holistik santri di Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, sebuah upaya menjembatani nilai inklusivitas dengan tradisi pesantren yang kaya. Nurul Qomariyah kemudian memaparkan hasil kajiannya mengenai implementasi program BTQ dan dampaknya terhadap literasi Al-Qur'an peserta didik di SMPN 7 Kota Cirebon. Ainul Liriyana hadir dengan topik yang segar dan kontemporer: moderasi beragama sebagai etos kerja di SMKN 2 Kota Cirebon, mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam praktik kompetensi keahlian siswa. Setelah jeda zuhur, M. Arif Wahyudin mempresentasikan penelitiannya tentang implementasi pembelajaran Al-Qur'an dengan Metode Ummi di SMP Islam Terpadu Hidayatullah Cirebon, diikuti oleh Herlambang Wicaksono Putro yang menganalisis integrasi sains dan agama dalam pembelajaran PAI di Sekolah Indonesia Jeddah. Penelitian dengan jangkauan paling luas secara geografis dalam gelombang ini.

Penutup deretan sidang diisi oleh Nunung Nuraeni, yang maju pada sesi terakhir pukul 13.00 WIB. Penelitiannya mengangkat isu yang sangat relevan di era digital: pengaruh minat membaca Al-Qur'an digital terhadap motivasi belajar mata pelajaran Al-Qur'an Hadist peserta didik di MTs Al Washliyah. Penelitian ini menarik karena berhasil menangkap titik temu antara perkembangan teknologi digital dengan tradisi keilmuan Al-Qur'an yang sudah berumur ratusan tahun. Kehadiran tema digital dalam penelitian PAI menegaskan bahwa program studi ini tidak berdiam diri dalam zona nyaman, tetapi terus bergerak mengikuti dinamika zaman sambil tetap berpegang teguh pada akar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. Hal ini sekaligus mencerminkan semangat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam yang merespons isu-isu kontemporer dengan pendekatan akademik yang kritis dan reflektif.

Keberhasilan penyelenggaraan Ujian Munaqosah Gelombang XIX ini tidak terlepas dari peran penting para dosen pembimbing dan penguji yang telah berdedikasi mendampingi proses penelitian mahasiswa dari awal hingga ujung. Nama-nama seperti Dr. Siti Maryam Munjiat, Dr. H. Iwan, M.Ag., Dr. H. Agung, M.Ag., Zahrotus Saidah, MA.Pd., Dr. Akhmad Affandi, M.Ag., dan Dr. Iis Arifudin, M.Ag. hadir silih berganti sebagai pembimbing maupun penguji. Kolaborasi akademik yang solid antara pembimbing dan penguji ini menjamin proses ujian berlangsung objektif, konstruktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa.

Sidang Munaqosah Gelombang XIX bukan sekadar ritual akademik yang harus dilalui. Ia adalah cermin dari sebuah proses panjang yang mempertemukan ketekunan mahasiswa, kepakaran dosen, dan komitmen institusi dalam menjaga mutu lulusan. Setiap judul skripsi yang dibacakan di ruang sidang membawa serta ratusan jam kerja lapangan, kajian pustaka yang mendalam, dan keberanian intelektual untuk berdiri di hadapan para penguji dan mempertahankan argumen. Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap agar seluruh lulusan gelombang ini mampu membawa nilai-nilai keilmuan yang telah mereka bangun ke tengah-tengah masyarakat menjadi pendidik, peneliti, dan penggerak perubahan yang berlandaskan pada Islam yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil 'alamin.

"Ujian Munaqosah bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan pintu pembuka menuju kontribusi nyata di masyarakat. Kami bangga menyaksikan kesepuluh mahasiswa ini mampu menghadirkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menjawab tantangan nyata pendidikan Islam di lapangan dari kampung adat di Ciamis hingga sekolah Indonesia di Jeddah. Ini adalah bukti bahwa Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen melahirkan sarjana yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan luas." Ujar Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I.

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas