
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif, memasuki Gelombang LXII pada hari Kamis, 2 April 2026. Bertempat di Gedung N 102, sepuluh mahasiswa mengikuti ujian yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dalam suasana yang tertib dan penuh kesungguhan akademik. Ujian ini diselenggarakan berdasarkan Surat Nomor 3742/Un.30/J.1.1/PP.00.9/03/2026 yang diterbitkan oleh Ketua Program Studi PAI, mencerminkan keseriusan institusi dalam memastikan bahwa setiap mahasiswa yang akan melanjutkan ke tahap penulisan skripsi telah memiliki bekal keilmuan yang memadai dan terverifikasi secara akademis.
Ujian Komprehensif merupakan salah satu gerbang paling penting dalam perjalanan akademik mahasiswa Strata Satu. Berbeda dari ujian mata kuliah biasa yang bersifat parsial, Ujian Komprehensif dirancang untuk mengukur penguasaan mahasiswa secara menyeluruh terhadap tiga rumpun ilmu utama yang membentuk kompetensi seorang sarjana PAI: Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK), dan Mata Kuliah Keahlian (MKK). Dengan format ujian tulis dan lisan yang berjalan secara serempak, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya mengingat, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan seluruh materi yang telah dipelajari selama berkuliah. Setiap peserta diwajibkan membawa semua buku rujukan dari ketiga rumpun mata kuliah tersebut, menandakan bahwa ujian ini bukan sekadar mengandalkan hafalan, melainkan mengedepankan kemampuan berpikir kritis yang bertumpu pada referensi ilmiah.
Sepuluh mahasiswa yang mengikuti Ujian Komprehensif Gelombang LXII ini adalah Salamah Bahariani (NIM 2281010016), Zulfa Hawatizahra (NIM 2281010013), Andriansyah (NIM 2281010062), Ahmad Fauzan (NIM 2281010147), Ayas Defiko (NIM 2281010142), Rahma Eza Salsabila (NIM 2281010044), Novi Habibatun Nazilah (NIM 2281010145), Pipit Nurfadilah (NIM 2281010001), Elya Indriyani (NIM 2281010004), dan Hamdi Mutawakkil Billah (NIM 2281010005). Kehadiran sepuluh mahasiswa sekaligus dalam satu gelombang ini menunjukkan dinamika akademik yang sehat di Program Studi PAI, di mana mahasiswa secara berkesinambungan mendorong diri untuk menyelesaikan tonggak-tonggak penting studi mereka dalam rentang waktu yang terencana.
Tiga dosen penguji yang ditugaskan pada Gelombang LXII ini mewakili tiga rumpun keilmuan yang diujikan. Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag. ditunjuk sebagai penguji bidang MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum), yang mencakup fondasi keilmuan Islam seperti akidah, akhlak, dan wawasan keislaman umum. Dr. Akhsin Ridho, M.Pd.I. bertugas sebagai penguji bidang MKDK (Mata Kuliah Dasar Kependidikan), yang menguji kompetensi mahasiswa dalam ilmu-ilmu kependidikan yang menjadi landasan profesi sebagai pendidik. Sementara itu, Yoyoh Badriyyah, S.Pd., M.Ag. ditunjuk sebagai penguji bidang MKK (Mata Kuliah Keahlian), yang merupakan inti dari kompetensi spesifik seorang sarjana PAI mulai dari metodologi pembelajaran agama Islam, perencanaan pembelajaran, hingga evaluasi pendidikan. Kehadiran tiga penguji dari latar belakang spesialisasi yang berbeda ini menjamin bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif dan proporsional.
Dalam pelaksanaannya, ujian ini diatur dengan ketentuan yang jelas dan terstruktur. Seluruh peserta diwajibkan berpakaian resmi dan rapi: laki-laki mengenakan pakaian hitam putih lengkap dengan peci dan dasi, sementara perempuan mengenakan pakaian hitam putih dengan rok tidak ketat dan kerudung hitam. Ketentuan berpakaian ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simbol kesadaran bahwa ruang ujian adalah ruang sakral keilmuan yang menuntut kesungguhan, kehormatan, dan adab dari setiap yang hadir di dalamnya. Peserta juga diwajibkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai, menunjukkan nilai disiplin yang ditanamkan program studi sejak sebelum ujian dimulai. Seluruh ujian dilaksanakan secara serempak dan dipusatkan di Jurusan PAI sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan hasil ujian wajib disampaikan kepada jurusan segera setelah sesi selesai.

Ujian Komprehensif Gelombang LXII ini memiliki makna yang melampaui sekadar prosedur administratif. Ia adalah momen introspeksi akademis, sebuah kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat sejauh mana mereka telah bertumbuh sejak hari pertama mengikuti perkuliahan. Seluruh mata kuliah yang pernah diikuti, seluruh diskusi yang pernah dilakukan di ruang kelas, dan seluruh buku yang pernah dibaca kini dipadatkan dalam satu arena uji yang menyeluruh. Bagi Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ujian Komprehensif bukan hanya instrumen penilaian, tetapi juga mekanisme penjaminan mutu yang memastikan bahwa setiap mahasiswa yang kelak menulis skripsi dan meraih gelar sarjana benar-benar telah siap secara keilmuan, secara akademis, dan secara mental untuk menjalankan tugas mulia sebagai pendidik agama Islam di tengah masyarakat.
Gelombang LXII ini sekali lagi membuktikan konsistensi Program Studi PAI dalam menjaga standar akademik yang tinggi melalui mekanisme evaluasi yang sistematis dan terstandar. Dari gelombang ke gelombang, dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, tradisi ujian komprehensif ini terus dirawat sebagai bagian dari identitas keilmuan program studi. Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta atas kesiapan dan kesungguhan mereka, kepada para dosen penguji atas dedikasi dan profesionalisme mereka, serta kepada seluruh civitas akademika yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Semoga setiap mahasiswa yang telah melewati ujian ini dapat melanjutkan langkahnya menuju penulisan skripsi dengan penuh keyakinan dan semangat keilmuan yang tak pernah padam.
"Ujian Komprehensif adalah cerminan nyata dari keseluruhan proses belajar mahasiswa. Melalui gelombang LXII ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang akan melanjutkan ke tahap skripsi benar-benar memiliki fondasi keilmuan yang kokoh tidak hanya dalam bidang keahlian PAI, tetapi juga dalam dasar-dasar kependidikan dan wawasan keislaman yang luas. Kami bangga menyaksikan semangat dan keseriusan seluruh peserta hari ini. Ini adalah langkah penting menuju gelar sarjana yang bermakna dan berdampak." Ujar Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam
FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.