Berita & Informasi

Sepuluh Mahasiswa PAI Menapaki Tonggak Akademik Dalam Ujian Komprehensif Gelombang LXX Sebuah Milestones Keilmuan Menuju Skripsi

Sepuluh Mahasiswa PAI Menapaki Tonggak Akademik Dalam Ujian Komprehensif Gelombang LXX Sebuah Milestones Keilmuan Menuju Skripsi

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar Ujian Komprehensif pada Jum'at, 10 April 2026. Memasuki Gelombang LXX gelombang ke-70 dalam sejarah penyelenggaraannya ujian yang berlandaskan Surat Nomor 3045/Un.30/J.1.1/PP.00.9/04/2026 ini dilaksanakan di Gedung N 102 mulai pukul 08.00 WIB. Angka tujuh puluh gelombang bukan sekadar urutan administrasi; ia adalah penanda dari konsistensi dan kesinambungan panjang dalam tradisi penjaminan mutu akademik yang telah dirawat oleh Program Studi PAI selama bertahun-tahun. Pada gelombang yang monumental ini, sepuluh mahasiswa hadir untuk membuktikan bahwa mereka telah siap secara intelektual maupun karakter untuk melanjutkan perjalanan menuju penyusunan karya ilmiah tertinggi di jenjang sarjana.

Ujian Komprehensif dalam konteks Program Studi PAI bukan ujian biasa yang dapat dipandang sebelah mata. Ia adalah evaluasi puncak yang merangkum seluruh perjalanan akademik mahasiswa dalam satu forum pengujian yang menyeluruh dan intensif. Tiga rumpun kompetensi diuji secara bersamaan: Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang merupakan fondasi wawasan keislaman dan keintelektualan umum; Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) yang membentuk kompetensi pedagogis seorang calon pendidik; serta Mata Kuliah Keahlian (MKK) yang merupakan inti dari keahlian spesifik seorang sarjana pendidikan agama Islam. Ketiga rumpun ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling bertautan membentuk profil kompetensi yang utuh seorang sarjana PAI yang tidak hanya paham agama, tetapi juga tahu cara mendidikkan nilai-nilai agama itu kepada generasi berikutnya.

Kesepuluh mahasiswa yang mengikuti Ujian Komprehensif Gelombang LXX adalah Agni Dwi Melyani (NIM 2281010129), Faisal Rizal (NIM 2281010140), Nila Mailika Syakira (NIM 2281010061), Iklimatun Namila (NIM 2281010064), Lani Nuraini (NIM 2281010036), Jannatun (NIM 2281010045), Diana Ayu Nurfitri (NIM 2281010048), Syafira Maharani El-Husna (NIM 2281010059), Jihan Septiany Da Costa (NIM 2108101018), dan Indi (NIM 2281010060). Keberagaman para peserta ini dari nama hingga latar belakang NIM yang mencakup lebih dari satu angkatan mencerminkan inklusivitas program studi dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa untuk menyelesaikan studi sesuai dengan ritme dan kesiapan akademik masing-masing. Setiap peserta membawa cerita perjuangannya sendiri, dan hari ini adalah hari di mana seluruh cerita itu dirangkum dalam satu pembuktian nyata.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif Gelombang LXX berlangsung dalam dua moda yang terintegrasi: ujian tulis yang menuntut mahasiswa menyusun jawaban berbasis seluruh referensi MKDU, MKDK, dan MKK yang wajib dibawa termasuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang ditugaskan oleh dosen penguji MKK sebagai uji praktis kemampuan perancangan pembelajaran serta ujian lisan yang mempertemukan mahasiswa langsung dengan dosen penguji secara individu maupun kelompok dalam dialog akademis yang mendalam dan menguji ketajaman penalaran.

Tiga dosen penguji yang ditugaskan pada Gelombang LXX ini masing-masing merepresentasikan kepakaran di bidang yang diujikan. Dr. H. Iwan, M.Ag. mengemban tugas sebagai penguji bidang MKDU, menggali kedalaman wawasan keislaman mahasiswa yang mencakup dimensi akidah, fikih, akhlak, dan kajian keislaman kontemporer. Bidang MKDK dipercayakan kepada H. Ahmad Khomaini Syafeie, S.Pd., M.Ag., yang akan menguji penguasaan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu kependidikan sebagai landasan profesional seorang pendidik, mulai dari psikologi pendidikan, filsafat pendidikan, hingga manajemen kelas. Sementara Dra. Hj. Umamatul Khaeriyah, M.Ag. bertugas sebagai penguji bidang MKK menguji keahlian mahasiswa dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam yang merupakan kompetensi paling sentral dan paling membedakan seorang sarjana PAI dari sarjana keilmuan lainnya. Ketiga penguji ini membawa rekam jejak akademik yang panjang dan terpercaya di lingkungan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Protokol pelaksanaan ujian yang diberlakukan pada Gelombang LXX ini sama ketatnya dengan gelombang-gelombang sebelumnya, dan hal itu bukan tanpa alasan. Peserta diwajibkan berpakaian hitam putih yang rapi peci dan dasi bagi laki-laki, serta rok tidak ketat dengan kerudung hitam bagi perempuan. Ketentuan ini mengandung pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar aturan berpakaian: ia adalah ekspresi dari adab ilmiah yang menjadi salah satu ciri khas tradisi intelektual Islam. Hadir 15 menit sebelum ujian dimulai pun bukan sekadar formalitas, melainkan pembiasaan disiplin yang akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan profesional kelak. Seluruh hasil ujian diwajibkan untuk segera disampaikan kepada jurusan setelah sesi selesai, memastikan proses penilaian berlangsung transparan, akuntabel, dan efisien.

Terselenggaranya Ujian Komprehensif Gelombang LXX pada hari Jum'at ini memiliki nuansa yang istimewa. Hari Jum'at dalam tradisi Islam adalah hari yang penuh keberkahan, dan menyelenggarakan sebuah forum pengujian ilmu di hari yang dimuliakan ini tentu bukan tanpa makna. Gelombang ke-70 ini menjadi simbol keteguhan Program Studi PAI dalam menjalankan siklus akademiknya tanpa henti sebuah komitmen yang melampaui angka dan statistik, tetapi bermuara pada keyakinan bahwa setiap mahasiswa yang diluluskan adalah amanah institusi kepada masyarakat. Di pundak setiap peserta ujian hari ini tersimpan harapan besar: bahwa mereka akan menjadi pendidik agama Islam yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter, berjiwa besar, dan siap menghadirkan manfaat nyata di tengah-tengah komunitas yang mereka layani.

Dengan terselesaikannya Ujian Komprehensif Gelombang LXX ini, Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekali lagi menegaskan posisinya sebagai program studi yang serius dalam membangun kualitas lulusan, bukan hanya kuantitas. Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati tahapan penting ini; kerja keras kalian selama berkuliah telah sampai pada satu bukti nyata hari ini. Semoga hasil ujian yang diperoleh membuka jalan yang lebih lapang menuju penulisan skripsi yang bermutu, dan pada akhirnya menuju kelulusan yang bermakna sebuah kelulusan yang menjadi awal dari pengabdian panjang dalam dunia pendidikan Islam Indonesia.

Komentar Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., "Gelombang LXX adalah tonggak yang istimewa. Tujuh puluh gelombang bukan hanya angka ia adalah cerminan dari dedikasi panjang seluruh civitas akademika Program Studi PAI dalam menjaga mutu lulusan dari waktu ke waktu. Kepada kesepuluh mahasiswa yang mengikuti ujian hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa ujian komprehensif bukan hambatan, melainkan kesempatan: kesempatan untuk melihat sejauh mana ilmu yang telah kalian pelajari telah benar-benar meresap dan menjadi bagian dari cara berpikir dan bertindak kalian. Program studi bangga dengan semangat yang kalian tunjukkan, dan kami yakin bahwa dengan bekal ini, kalian akan mampu menyusun skripsi yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dan jadilah pendidik agama Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam."

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas