Berita & Informasi

Sepuluh Mahasiswa PAI Jalani Ujian Komprehensif Gelombang LXIX Membuktikan Kematangan Akademik  Sebelum Merancang Penelitian Akhir

Sepuluh Mahasiswa PAI Jalani Ujian Komprehensif Gelombang LXIX Membuktikan Kematangan Akademik  Sebelum Merancang Penelitian Akhir

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif pada Kamis, 9 April 2026. Memasuki Gelombang LXIX, kegiatan yang didasari oleh Surat Nomor 3008/Un.30/J.1.1/PP.00.9/04/2026 ini berlangsung di Gedung N 102 sejak pukul 08.00 WIB hingga seluruh sesi dinyatakan selesai. Sepuluh mahasiswa hadir dengan penuh kesiapan untuk mempertanggungjawabkan seluruh capaian akademik mereka di hadapan para dosen penguji yang telah ditunjuk oleh program studi. Gelombang LXIX ini menjadi salah satu penanda penting dalam siklus akademik semester ini, sekaligus mempertegas komitmen Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menjaga mutu lulusan melalui proses seleksi keilmuan yang ketat dan terstruktur.

Dalam sistem akademik perguruan tinggi Islam, Ujian Komprehensif memegang posisi strategis yang tidak dapat diabaikan. Ia hadir sebagai filter kualitassebuah mekanisme verifikasi yang memastikan bahwa mahasiswa yang akan memasuki tahap akhir studi, yakni penulisan dan pengujian skripsi, benar-benar telah menguasai fondasi keilmuan yang diperlukan. Ujian ini tidak hanya menguji ingatan, melainkan menggali kedalaman pemahaman mahasiswa terhadap tiga rumpun kompetensi utama: Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang mencakup landasan keislaman universal, Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) yang membangun kompetensi pedagogis, dan Mata Kuliah Keahlian (MKK) yang menajamkan kompetensi spesifik dalam bidang pendidikan agama Islam. Ketiganya bukan ranah yang berdiri sendiri, tetapi saling menopang dalam membentuk seorang sarjana PAI yang utuh dan kompeten.

Komentar dari Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., "Ujian Komprehensif Gelombang LXIX ini adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar menempuh mata kuliah, tetapi sungguh-sungguh menginternalisasi ilmu yang telah diberikan. Tiga rumpun ujian MKDU, MKDK, dan MKKdirancang untuk memastikan bahwa setiap calon sarjana PAI memiliki wawasan keislaman yang luas, kompetensi pedagogis yang kuat, dan keahlian yang tajam dalam bidangnya. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebagai batu loncatan menuju skripsi yang bermutu dan berdampak."

Sepuluh mahasiswa yang mengikuti Ujian Komprehensif Gelombang LXIX ini datang dari berbagai latar penelitian dan minat akademik yang beragam. Mereka adalah Nurul Wildan Ulyana Putri (NIM 2281010043), Ririn Rismaya (NIM 2281010049), Okan Ramdhan Setiawan (NIM 2281010087), Ollga Viollasari (NIM 2281010104), Lilis Mafajah (NIM 2281010040), Fitri Nurhaliza R (NIM 2281010117), R. Abdul Aziz (NIM 2281010146), Kisyai Rois Al Alif (NIM 2281010019), Khurrotul Jannah (NIM 2281010018), dan Zhippa Maulydia Rudy (NIM 2281010123). Keberagaman nama dan latar belakang para peserta ini mencerminkan dinamika mahasiswa PAI yang aktif dan bersemangat untuk segera menyelesaikan studi mereka dengan baik. Setiap dari mereka telah melewati proses perkuliahan yang panjang, dan ujian hari ini adalah saat mereka membuktikan bahwa waktu tersebut tidak berlalu sia-sia.

Ujian Komprehensif Gelombang LXIX berlangsung dalam dua moda yang saling melengkapi: ujian tulis yang menuntut mahasiswa menyusun jawaban konseptual secara mandiri berdasarkan seluruh buku rujukan MKDU, MKDK, dan MKK yang wajib dibawa, termasuk penyusunan RPP untuk salah satu mata kuliah oleh dosen penguji MKK; serta ujian lisan di mana mahasiswa menghadap langsung kepada dosen pengujisecara individu maupun kelompokuntuk memperdalam dan mempertahankan penguasaan materi melalui dialog akademis yang interaktif dan kritis.

Tiga dosen penguji yang ditugaskan dalam Gelombang LXIX ini merepresentasikan tiga pilar keilmuan yang diujikan. Bidang MKDU diampu oleh Dr. Iis Arifudin, M.Ag., seorang akademisi yang dikenal dengan pendekatan holistik dalam kajian keislaman dan memiliki kepakaran dalam isu-isu pendidikan Islam kontemporer. Bidang MKDK diujikan oleh Dra. Hj. Nurul Azmi, MA., yang telah lama berkiprah dalam pengembangan ilmu-ilmu kependidikan dan memiliki pengalaman mendalam dalam membimbing mahasiswa untuk memahami fondasi teoretis dunia pendidikan. Sementara itu, bidang MKK sebagai jantung dari kompetensi keahlian seorang sarjana PAIdipercayakan kepada H. Ahmad Musyafa, Lc., M.Pd.I., yang dikenal kompeten dalam metodologi pembelajaran agama Islam dan memiliki kombinasi latar belakang keilmuan agama klasik sekaligus pedagogis modern. Komposisi ketiga penguji ini menjamin bahwa setiap aspek keilmuan mahasiswa dievaluasi oleh sosok yang tepat dan berpengalaman di bidangnya.

Aspek teknis dan ceremonial dalam pelaksanaan ujian ini turut mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan Program Studi PAI dalam keseharian akademiknya. Seluruh peserta diwajibkan berpakaian resmi dan rapi: laki-laki mengenakan pakaian hitam putih berpeci dan berdasi, sementara perempuan mengenakan pakaian hitam putih dengan rok tidak ketat dan kerudung hitam. Lebih dari sekadar aturan berpakaian, ketentuan ini adalah pengejawantahan adab akademissebuah pengakuan bahwa ruang ujian adalah ruang terhormat yang menuntut keseriusan, kewibawaan, dan kesantunan. Seluruh peserta juga diwajibkan hadir 15 menit sebelum ujian dimulai, menegaskan bahwa kedisiplinan adalah nilai yang tidak dapat dikompromikan dalam ekosistem akademik program studi ini. Hasil ujian wajib disampaikan kepada jurusan segera setelah sesi selesai, memastikan transparansi dan efisiensi dalam proses administrasi akademik.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif yang konsisten dari gelombang ke gelombang merupakan bukti nyata dari tata kelola akademik yang matang di Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Setiap gelombang yang terselenggara bukan hanya menghasilkan mahasiswa yang lulus secara administratif, tetapi diharapkan melahirkan calon sarjana yang memahami posisi keilmuannya secara utuhsebagai penerus tradisi intelektual Islam yang kaya, sekaligus sebagai agen perubahan yang mampu merespons tantangan pendidikan kontemporer dengan perspektif yang jernih dan berbasis nilai. Gelombang LXIX ini menjadi bagian dari rangkaian panjang perjalanan akademik program studi yang terus bertumbuh, berbenah, dan berinovasi demi kualitas pendidikan Islam yang semakin baik.

Dengan terselesaikannya Ujian Komprehensif Gelombang LXIX, Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh peserta ujian atas kesungguhan dan kesiapan mereka, kepada para dosen penguji atas profesionalisme dan ketelitian penilaian mereka, serta kepada seluruh jajaran pengelola program studi yang telah memastikan kegiatan ini berjalan dengan tertib dan bermartabat. Harapan besar diletakkan di pundak kesepuluh mahasiswa ini: semoga ujian hari ini menjadi titik tolak yang kuat bagi mereka untuk melangkah menuju penulisan skripsi dengan bekal keilmuan yang matang, semangat yang tinggi, dan keyakinan bahwa ilmu yang mereka pelajari akan membawa manfaat luas bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas