
Cirebon, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan sarjana pendidikan yang kompeten. Pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Gedung N 102, prodi sukses melaksanakan ujian munaqosyah bagi mahasiswa Angkatan 2022 yang tergabung dalam gelombang 44. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian skripsi mereka di hadapan para dewan penguji.
Suasana khidmat menyelimuti ruang sidang sejak pagi hari. Sebanyak sepuluh mahasiswa peserta ujian telah mempersiapkan diri untuk memaparkan karya tulis ilmiah mereka yang mencakup berbagai topik mendalam dalam bidang pendidikan Islam. Penelitian yang diangkat oleh para mahasiswa sangat beragam, mulai dari kajian nilai-nilai pendidikan dalam tradisi lokal seperti Upacara Adat Nyangku, hingga analisis implementasi model pembelajaran inovatif seperti ADLX di sekolah-sekolah mitra.
Keberagaman tema penelitian ini mencerminkan kedalaman wawasan yang dibangun oleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Beberapa judul yang dipaparkan, seperti "Epistemologi Ilmu dalam Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas" hingga "Konsep Adab terhadap Guru Menurut K.H. Hasyim Asy'ari," menunjukkan integrasi antara khazanah keislaman klasik dengan tantangan pendidikan modern. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PAI mampu melakukan sintesis kritis terhadap isu-isu pendidikan yang krusial saat ini.

Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang juga bertindak sebagai ketua sidang pada gelombang ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras mahasiswa. Menurutnya, pelaksanaan ujian gelombang 44 ini menunjukkan kualitas akademik yang terus meningkat. "Saya melihat antusiasme dan kesiapan yang sangat matang dari para mahasiswa. Penelitian yang mereka sajikan tidak hanya sekadar pemenuhan syarat kelulusan, tetapi merupakan upaya nyata dalam memberikan kontribusi solusi atas problematika pendidikan di lapangan," ujarnya saat memberikan evaluasi pasca-sidang.
Lebih lanjut, Dr. Maryam menekankan pentingnya bagi lulusan PAI untuk terus memegang teguh integritas akademik setelah lulus nanti. Beliau menegaskan bahwa gelar sarjana yang akan diraih bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan amanah untuk menerapkan nilai-nilai pendidikan Islam yang telah dipelajari dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau berharap para mahasiswa dapat segera mengaplikasikan ilmu yang telah diteliti, khususnya dalam menghadapi dinamika pendidikan di era siber saat ini.
Seluruh dewan penguji yang hadir memberikan masukan-masukan strategis dan konstruktif bagi pengembangan skripsi mahasiswa. Proses tanya jawab berlangsung dinamis, menguji tidak hanya penguasaan materi, tetapi juga metodologi penelitian dan ketajaman analisis yang digunakan. Ujian ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mempertajam argumen dan memperkaya sudut pandang terhadap objek penelitian yang mereka kerjakan.
Pelaksanaan ujian di Gedung N 102 ini berjalan dengan tertib dan lancar berkat dukungan penuh dari sivitas akademika prodi. Keberhasilan gelombang 44 ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya yang sedang dalam tahap penyelesaian skripsi untuk segera menyelesaikan tugas akhir mereka dengan standar kualitas yang sama baiknya. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi yang konsisten dalam melahirkan tenaga pendidik yang adaptif dan berwawasan luas.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian ujian munaqosyah ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para peserta yang telah berhasil melewati tahapan sidang dengan baik. Diharapkan hasil penelitian para mahasiswa ini tidak hanya tersimpan di perpustakaan, tetapi dapat dipublikasikan dan memberi dampak positif bagi pengembangan dunia pendidikan di tanah air.