
Malaysia, 9 Agustus 2026. Kebanggaan kembali disumbangkan oleh dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Saudari Nurlaila Turohmah, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 7, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi sebagai Top 1 Best Group dalam ajang konferensi internasional.
Acara prestisius tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 8 Agustus 2026. Bertempat di kemegahan Ballroom Hotel Astro Kuala Lumpur, Malaysia, konferensi ini menjadi pusat berkumpulnya para delegasi pilihan, khususnya para santri terpilih dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia.
Kompetisi tingkat internasional ini semakin berbobot dengan hadirnya jajaran dewan juri profesional yang berasal dari tiga negara serumpun, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan kemampuan argumentasi, penguasaan isu global, serta ketajaman analisis ilmiah dari setiap peserta.
Dalam babak debat yang menjadi inti dari rangkaian konferensi tersebut, Nurlaila Turohmah tampil memukau dengan membawakan mosi yang sangat krusial dan relevan dengan dunia pendidikan modern. Ia mengangkat judul mosi, "This House Regrets the modern parenting trend of treating Pesantren (Islamic Boarding Schools) merely as 'Digital Rehabilitation' centers for gadget-addicted children".
Melalui mosi tersebut, Nurlaila menegaskan argumen yang tajam bahwa pesantren bukanlah semata-mata tempat rehabilitasi instan bagi anak-anak yang mengalami kecanduan gadget. Menurutnya, pandangan sebagian orang tua yang menitipkan anak ke pesantren hanya untuk "menyembuhkan" kecanduan teknologi adalah sebuah kekeliruan paradigma dalam pola asuh modern.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pesantren pada hakikatnya adalah mitra strategis bagi keluarga dalam rangka membenahi akhlak dan membina karakter anak secara komprehensif. Pesantren tidak boleh diposisikan layaknya bengkel instan tempat segala permasalahan perilaku anak dapat diselesaikan secara kilat tanpa melalui proses pendidikan yang mendalam.
Laila juga mengingatkan kembali kepada para orang tua agar tidak melemahkan esensi pendidikan dasar. Ia menegaskan bahwa orang tua tetap memikul kewajiban utama dalam mendidik anak, yang semestinya diawali dan diinternalisasi secara kuat dari lingkungan pendidikan keluarga di rumah.
Apresiasi Tinggi dari Pimpinan Program Studi
Keberhasilan gemilang ini mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat hangat dari Ketua Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., beliau menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi dan prestasi yang ditunjukkan oleh mahasiswinya di panggung global. "Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh saudari Nurlaila Turohmah sebagai Top 1 Best Group di Kuala Lumpur. Mosi yang diangkatnya sangat kontekstual dan mencerahkan, mengingatkan kita semua bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan holistik, bukan sekadar tempat pelarian atau bengkel instan bagi orang tua yang kewalahan menghadapi anak kecanduan gadget. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa PAI UINSSC mampu bersaing dan memberikan gagasan konstruktif di tingkat internasional," ujar Dr. Maryam.
Dengan diraihnya penghargaan internasional ini, diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa PAI khususnya, serta generasi muda Islam di Indonesia pada umumnya. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi pesantren sebagai institusi pendidikan unggulan yang senantiasa relevan dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya.