
Cirebon. Semangat membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan kembali ditegaskan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pada hari Rabu, 6 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Dekanat FITK, Prodi PAI menggelar rapat koordinasi komprehensif guna mempersiapkan penyambutan serta pendampingan akademik bagi Mahasiswa Baru sahabat difabel netra.
Pertemuan penting ini diselenggarakan dengan penuh kekeluargaan dan semangat kolaborasi yang tinggi, menghadirkan berbagai unsur pimpinan universitas, pusat studi khusus, sivitas akademika, pakar disabilitas, serta alumni inspiratif.
Kehadiran Para Pemangku Kepentingan dan Penggerak Inklusi
1. Dr. H. Saifuddin, M.Ag. (Dekan FITK)
2. Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. (Ketua Prodi PAI)
3. Dr. Masriah, M.Ag. (Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA)
4. Iin Inayatul Ilah, M.Pd.I. (Tenaga Kependidikan (Tendik) Prodi PAI)
5. Ghani (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI bersama para relawan PSGA)
6. Rohim (Alumni sahabat difabel netra yang berbagi pengalaman berharga)
7. Jojo (Aktivis difabel yang memberikan penguatan perspektif inklusivitas)
Membangun Lingkungan Akademik yang Aksesibel dan Humanis
Dekan FITK, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., menegaskan bahwa kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon senantiasa membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa dengan ragam kebutuhan khusus. Beliau menekankan bahwa keberagaman potensi mahasiswa merupakan amanah untuk difasilitasi dengan layanan prima berbasis digital, inklusif, dan humanis.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang memaparkan bahwa persiapan ini dirancang matang agar mahasiswa baru sahabat difabel netra dapat merasa nyaman, percaya diri, dan memiliki kesempatan yang setara dalam meraih prestasi akademik maupun non-akademik.

Hasil Rapat Koordinasi: Strategi Layanan dan Pendampingan Sahabat Difabel Netra
Melalui diskusi mendalam yang dipandu oleh Ketua PSGA: Dr. Masriah, M.Ag., rapat koordinasi ini menghasilkan sejumlah poin penting dalam menunjang perkuliahan dan kehidupan kampus:
1. Aspek Pembelajaran dan Akses Teknologi
- Kemandirian Teknologi: Mahasiswa sahabat difabel netra telah mahir menggunakan laptop secara mandiri yang dilengkapi fitur aksesibilitas pembaca layar (screen reader).
- Format Dokumen Aksesibel: Format dokumen digital seperti .docx, formulir daring (Google Form), serta perangkat penunjang seperti Braille Display siap digunakan untuk mengakses materi kuliah, tugas, maupun evaluasi ujian.
- Perekaman Perkuliahan: Dalam proses perkuliahan, mahasiswa dapat merekam materi dengan izin dosen untuk kemudian dipelajari kembali dan dicatat menggunakan huruf braille di rumah.
- Kenyamanan Bersama: Penggunaan headset saat mengakses perangkat dengan pembaca layar di kelas akan diterapkan agar kenyamanan belajar bersama rekan sekelas tetap terjaga.
2. Bahan Ajar dan Kajian Kitab
- Digitalisasi Literatur: Buku perpustakaan dipindai dan dikonversi menjadi format PDF menggunakan aplikasi Nvision AI. Khusus untuk teks berbahasa Arab, hasil pemindaian dikonversi ke format txt agar optimal dibaca oleh screen reader.
- Kajian Kitab Kuning: Untuk kajian kitab kuning, solusi solutif yang disiapkan adalah mengalihaksarakan kitab ke dalam huruf braille secara manual, dengan proses percetakan.
3. Pengenalan Lingkungan Kampus (Orientasi Ruang)
- Mobilitas Bertahap: Pengenalan rute perjalanan di lingkungan kampus dilakukan secara bertahap, dimulai dari satu rute utama dengan jumlah belokan minimal agar lebih mudah dihafal.
- Simulasi Kelas: Rencana pelaksanaan simulasi kelas sebelum perkuliahan efektif dimulai juga dirumuskan sebagai langkah adaptasi awal bagi mahasiswa baru.
4. Kebijakan Ujian dan Dispensasi Akademik yang Humanis
- Fleksibilitas Evaluasi: Dalam ujian, mahasiswa dapat menulis jawaban menggunakan braille yang kemudian dibacakan kepada pendamping atau teman untuk disalin ke huruf biasa, atau menggunakan alternatif ujian lisan.
- Tambahan Waktu: Dosen pengampu akan memberikan tambahan waktu pengerjaan ujian bagi mahasiswa sahabat difabel netra dibandingkan mahasiswa lainnya.
Dukungan Prestasi Atlet: Status mahasiswa baru sebagai seorang atlet.
“Inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik, melainkan membangun kesadaran bersama, empati, dan ekosistem akademik yang saling mendukung. Prodi PAI FITK siap membersamai langkah mulia ini,” ujar Ketum HMJ PAI dan perwakilan relawan PSGA.
Dengan sinergi yang kuat antara pimpinan fakultas, program studi, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kelembagaan mahasiswa (HMJ), serta dukungan luar biasa dari para alumni dan aktivis, Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat menjadi teladan institusi pendidikan tinggi Islam yang benar-benar ramah, inklusif, dan membumi.