
Cirebon, Jumat 3 April 2026. Upaya memperkuat kompetensi pedagogik dan pemahaman mendalam mengenai pengembangan perangkat pembelajaran, kelas B21 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan workshop daring yang bertajuk "Menganalisis Kurikulum dan Silabus PAI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran". Ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa untuk membedah tantangan pendidikan agama di era digital.
Workshop ini diselenggarakan secara virtual melalui platform Google Meet, yang memungkinkan keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai daerah. Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai wadah diskusi interaktif guna menjembatani teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas praktik penyusunan kurikulum yang harus diterapkan oleh tenaga pendidik di lapangan di masa depan.
Salah satu daya tarik utama dari kegiatan ini adalah kehadiran sosok pimpinan sekaligus akademisi mumpuni, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Tidak sekadar hadir, beliau tampil sebagai sosok sentral dengan peran ganda sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah (MK) Analisis Kurikulum sekaligus menjadi pemantik utama dalam diskusi mendalam di acara tersebut.

Dalam paparannya, Dr. Maryam menekankan bahwa kurikulum dan silabus bukanlah sekadar dokumen administratif. Beliau menjelaskan dengan narasi yang menggugah bahwa kurikulum merupakan denyut nadi utama dalam sebuah proses pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan seorang guru dalam menganalisis dan mengadaptasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan kontekstual siswa adalah keahlian mutlak yang harus dikuasai oleh mahasiswa PJJ PAI.
Selama sesi pemaparan, beliau mengulas secara komprehensif bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam struktur kurikulum modern yang dinamis. Dr. Maryam juga memberikan panduan praktis mengenai teknik membedah silabus agar lebih relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi fundamental pendidikan agama Islam itu sendiri, sebuah tantangan yang sering kali dihadapi oleh pendidik di era digital.
Selain kehadiran Dr. Maryam, workshop ini juga menghadirkan narasumber praktisi, M. Irham Nabih, S.Sos., M.Si., yang memberikan perspektif tambahan yang memperkaya wawasan peserta. Sinergi antara teori yang disampaikan oleh Dr. Maryam dengan pengalaman empiris dari M. Irham Nabih menciptakan suasana diskusi yang hidup, di mana mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep, tetapi juga strategi implementasi yang efektif.

Kegiatan workshop ini dimoderatori dengan sangat apik oleh Afiyah Nur Azizah, yang berhasil menjaga alur diskusi tetap sistematis dan menarik bagi para peserta. Kepiawaian Afiyah dalam merangkum setiap poin penting dari narasumber membuat jalannya acara berlangsung efektif dan efisien, sehingga seluruh materi tersampaikan dengan jelas kepada para mahasiswa.
Ketua Pelaksana Workshop, Ahmad Rizal Habibi, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, antusiasme mahasiswa kelas B21 sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan selama sesi tanya jawab. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri demi menyongsong masa depan sebagai pendidik yang profesional dan inovatif.
Di penghujung acara, para peserta workshop mengaku mendapatkan perspektif baru yang sangat berharga. Analisis mendalam yang dibimbing langsung oleh Kaprodi PAI memberikan suntikan kepercayaan diri bagi mahasiswa dalam menyusun perangkat pembelajaran yang lebih kreatif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak lulusan pendidik yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual dan kemampuan teknis yang mumpuni.