
Cirebon, Ruang Munaqosyah Gedung N 102 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menjadi saksi ajang pembuktian kapasitas intelektual mahasiswa pada Selasa, 21 April 2026. Dalam pelaksanaan Ujian Komprehensif Gelombang ke-78, sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) diuji secara mendalam terkait penguasaan materi teoretis dan praktis yang menjadi fondasi utama mereka sebagai calon pendidik masa depan.
Atmosfer ruang ujian kali ini terasa sangat intens. Bukan sekadar ujian tulis, para peserta dihadapkan pada tantangan lisan yang menguji ketajaman analisis mereka terhadap berbagai disiplin ilmu, mulai dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), hingga Mata Kuliah Keahlian (MKK). Ketegangan tersebut mencerminkan komitmen prodi untuk tidak meloloskan calon pendidik tanpa pemahaman yang komprehensif atas khazanah keilmuan PAI.
Ketua Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang memimpin jalannya ujian sebagai ketua sidang, menegaskan bahwa ujian ini adalah "gerbang utama" sebelum mahasiswa melangkah ke tahapan riset skripsi. "Kami menerapkan standar tinggi karena kami sadar bahwa lulusan PAI akan memikul tanggung jawab besar di masyarakat. Melalui ujian komprehensif, kami memastikan bahwa pondasi keilmuan mereka benar-benar kokoh dan dapat diandalkan," ujarnya dengan tegas.
Dalam komentarnya, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. juga menyoroti pentingnya relevansi antara teori di bangku kuliah dengan realitas di lapangan. Beliau menekankan bahwa ujian ini dirancang untuk memaksa mahasiswa berpikir kritis dan kreatif. "Di era siber ini, seorang pendidik PAI tidak cukup hanya hafal teks. Mereka harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan metodologis yang modern dan inovatif," tambah beliau.

Keunikan dari ujian gelombang ke-78 ini terletak pada integrasi ujian tulis dan praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mahasiswa tidak hanya diuji mengenai penguasaan teori dalam buku rujukan, tetapi juga bagaimana mereka mampu memformulasikan materi tersebut ke dalam perangkat pembelajaran yang aplikatif. Tantangan ini memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika kelas di masa depan.
Para penguji yang terlibat, seperti Dr. H. Wawan A. Ridwan, M.Ag. dan Dr. Muslihudin, M.Ag., memberikan tantangan intelektual yang cukup berat dalam sesi ujian lisan. Dinamika tanya jawab yang terjadi di Gedung N 102 tersebut menjadi bukti nyata bahwa standar mutu akademik di lingkungan Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tetap berada di level tertinggi, tanpa kompromi.
Keberhasilan pelaksanaan gelombang ke-78 ini menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika. Bagi mahasiswa, tuntasnya ujian ini merupakan momen krusial yang validasi atas ketekunan mereka selama masa perkuliahan. Sinergi yang apik antara pengurus prodi, tenaga kependidikan, dan para dosen penguji memastikan setiap tahapan berjalan dengan presisi tinggi dan penuh khidmat.
