
Cirebon, Selasa 19 Mei 2026. Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memantapkan langkah dalam transformasi digital dan tata kelola berkelanjutan. Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, kampus ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) strategis bertajuk “Strategi UI GreenMetric dan Halal Metric dalam Penguatan Reputasi Kampus Berkelanjutan” yang dilaksanakan pada tanggal 19-21 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum kunci untuk menyelaraskan arah kebijakan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang hijau, ramah lingkungan, dan berbasis nilai-nilai halal.
Forum diskusi yang dimoderatori oleh Fitriana, M.H., ini berhasil menghadirkan sinergi lintas unit. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan universitas, para pakar akademik, pengelola unit pemeringkatan, serta pimpinan program studi. Kehadiran para pimpinan prodi, termasuk Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UINSSC, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., memberikan dimensi praktis yang krusial, mengingat implementasi kampus berkelanjutan harus bersentuhan langsung dengan dinamika akademik di tingkat prodi.
Dalam arahannya, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., menegaskan bahwa identitas “Siber” yang disandang UIN Syekh Nurjati Cirebon adalah aset utama dalam menghadapi kompetisi global. Menurutnya, menjadi Cyber Islamic University bukan sekadar label, melainkan kewajiban untuk terus berinovasi agar mampu menempatkan diri sebagai kampus yang adaptif di tengah arus digitalisasi dunia.

Prof. Jamali menekankan bahwa manajemen universitas berkomitmen penuh dalam memberikan dukungan operasional yang diperlukan. “Kita harus memantaskan diri menjadi kampus unggul dan mendunia. Dukungan akan kami kerahkan sepenuhnya, mulai dari penguatan kerangka anggaran, pembenahan infrastruktur digital, hingga pendampingan teknis agar seluruh indikator dalam UI GreenMetric dan Halal Metric dapat terpenuhi dengan maksimal,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, Prof. Jamali menyoroti pentingnya posisi pemeringkatan internasional sebagai tolok ukur kualitas. Baginya, capaian dalam UI GreenMetric dan Halal Metric bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari keseriusan institusi dalam menjaga tata kelola yang transparan, efisien, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat global. Oleh karena itu, pimpinan kampus siap melakukan manuver strategis agar UIN Siber Cirebon dapat segera menempati posisi yang kompetitif.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menggarisbawahi bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kolaborasi. Prof. Hajam meyakini bahwa membangun kampus masa depan tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan—baik dari sektor industri, jejaring internasional, maupun komunitas pegiat lingkungan—menjadi syarat mutlak untuk mempercepat rekognisi kampus.

“Kolaborasi dan kerja sama strategis harus terus diperluas secara berkelanjutan. Kita perlu merangkul semua pihak untuk memperkuat posisi tawar dan daya saing institusi. Kemitraan yang terjalin nantinya akan menjadi bahan bakar utama dalam mempercepat capaian indikator kinerja utama kampus di kancah internasional,” tegas Prof. Hajam dalam paparannya.
Integrasi antara UI GreenMetric dan Halal Metric ini diproyeksikan sebagai pilar fondasi budaya kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui inisiatif ini, pihak universitas ingin membuktikan bahwa digitalisasi dan keberlanjutan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, ramah energi, serta tetap teguh pada prinsip-prinsip syariah.
Dengan berakhirnya FGD ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki peta jalan yang lebih konkret. Dukungan dari para pimpinan unit dan pengelola prodi seperti Dr. Siti Maryam Munjiat menjadi bukti bahwa visi besar ini telah diinternalisasi ke seluruh elemen kampus. Langkah ini diharapkan mampu membawa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi mercusuar perguruan tinggi Islam yang inovatif, berdaya saing, dan diakui di tingkat dunia pada tahun 2027 mendatang.