
Rabu, 24 Juni 2026. Sebanyak 200 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan kuliah lapang Mata Kuliah Pancasila dengan mengunjungi Monumen Pancasila Sakti yang terletak di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang nilai-nilai dasar kebangsaan Indonesia secara kontekstual dan mendalam.
Kegiatan kuliah lapang tersebut dipimpin langsung oleh dosen pengampu Mata Kuliah Pancasila, Dr. Suklani, M.Ag., dan didampingi oleh dua dosen pendamping Program Studi PAI, yaitu Umihani, M.Pd.I. dan Neily El Izzah, M.Pd. Turut hadir pula Ketua Program Studi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang secara langsung memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap pelaksanaan kegiatan akademik lapangan ini. Kehadiran para dosen tersebut mencerminkan komitmen program studi dalam memastikan bahwa setiap kegiatan pembelajaran mahasiswa berlangsung secara optimal, terarah, dan bermakna.
"Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti bukan sekadar wisata sejarah. Ini adalah ruang pembelajaran otentik di mana mahasiswa dapat merasakan secara langsung betapa mahalnya harga dari nilai-nilai Pancasila yang kita jaga bersama." Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., Ketua Prodi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Monumen Pancasila Sakti dipilih sebagai destinasi kuliah lapang bukan tanpa alasan. Situs bersejarah ini menyimpan jejak peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang menjadi salah satu titik paling kritis dalam sejarah bangsa Indonesia. Di sinilah para pahlawan revolusi gugur dalam mempertahankan keutuhan negara yang berlandaskan Pancasila. Dengan menyaksikan langsung relief-relief sejarah, sumur tua Lubang Buaya, Museum Pengkhianatan PKI, serta Diorama Perjuangan, mahasiswa diajak untuk merefleksikan makna perjuangan dan keteguhan ideologi yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa.

Dr. Suklani, M.Ag., selaku dosen pengampu, menjelaskan bahwa pendekatan kuliah lapang merupakan wujud nyata dari pembelajaran aktif yang mengedepankan pengalaman langsung sebagai sumber pengetahuan. Menurutnya, pemahaman tentang Pancasila tidak cukup hanya diperoleh dari ruang kuliah dan teks akademis, melainkan perlu dirasakan melalui perjumpaan dengan realitas sejarah yang membentuk ideologi bangsa. Mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila—ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan—bukan sebatas hafalan, melainkan sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari dan kelak dalam praktik pendidikan agama yang mereka emban.
Sekilas Kegiatan Selama kunjungan, mahasiswa mengikuti serangkaian aktivitas terstruktur yang dipandu secara akademis oleh para dosen pendamping. Umihani, M.Pd.I. dan Neily El Izzah, M.Pd. berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi kelompok di berbagai titik lokasi, mendorong mahasiswa untuk mengaitkan narasi sejarah yang mereka saksikan dengan konteks pendidikan Islam dan nilai-nilai moderasi beragama yang relevan dengan profesi keguruan mereka. Sesi refleksi dan tanya jawab berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme mahasiswa yang tinggi dalam memaknai pengalaman belajar yang autentik ini.
Kegiatan ini juga menjadi momen bagi seluruh civitas akademika yang hadir untuk mempertegas bahwa pendidikan agama Islam dan nilai-nilai kebangsaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan memperkuat. Sebagai calon pendidik, mahasiswa PAI dituntut tidak hanya menguasai materi keislaman, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh dan rasa cinta tanah air yang mendalam. Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti menjadi pengingat nyata bahwa Pancasila adalah titik temu antara keimanan dan kebangsaan yang harus terus dijaga dan diteladankan kepada generasi mendatang.
Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam metode pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai insan berilmu, bertakwa, dan berwawasan kebangsaan. Kuliah lapang Pancasila ini diharapkan menjadi salah satu pengalaman berharga yang akan terus dikenang dan dimaknai sepanjang perjalanan akademik dan profesional para mahasiswa PAI.